Wednesday, July 1, 2009

Pemilihan Presiden

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah : Pemimpin yang adil, Anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, Seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, Dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, Seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan Seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary - Muslim)

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw. pernah bersabda, ”Diperlihatkan kepadaku tiga orang pertama dari umatku yang masuk surga dan tiga orang pertama dari umatku yang masuk neraka. Adapun tiga orang yang pertama masuk surga adalah syahid, budak yang pekerjaannya tidak menyibukkannya dari taat kepada Allah, dan orang fakir yang tidak meminta-minta. Dan tiga orang yang pertama masuk neraka, yaitu pemempin yang zalim, orang kaya yang hartanya tidak digunakan untuk menunaikan hak Allah, dan orang fakir yang sombong.” (H.R. Ahmad)


Aku suka politik. dulu pernah berimpian utk jadi Member of Parliament. tapi lepas tahu pemimpin yang tak adil paling mudah masuk neraka, terus tak jadi. tak brani lah. hehe.


Kisah yang aku rasa menarik - Pemilihan Presiden di Indonesia

Dulu aku pernah cerita betapa anehnya pilihanraya di indo ni, sebab ada lebih 40 parti yg bertanding, dan tanpa coalition.

kalau Malaysia ada byk parti pun, ada coalition. Gov, opposition, & bebas. dan dengan 3 ni pundah pening kepala, apa lagi lebih 40?
tak tahu apa saja yg diperjuangkan mereka, dan aku tak dapat tangkap apa-apa yang cuba diperjuangkan oleh lebih 40 parti tadi.

jadi, kenapa sampai lebih 40? aku pun tak tau. hiks

oh ya, yang aku tak pernah cerita pasal ini nih.
Byk calon yg bertanding, bukan dari golongan mereka yang punya wang.
Banyak petani yang jual sawah untuk duit kempen, orang tak jelas kerja apa berhutang sana-sini untuk kempen, pengayuh beca pun ada, dan lain mereka yang tergolong kategori miskin, dan tak berpendidikan...
aku tak tau apa yg buat mereka sangat berani untuk bertanding lawan orang lain yang lebih berpengaruh, kaya, dan berpendidikan. lain cerita kalau mereka pakai kuasa ghaib kan (dosa tapi).
jadi, memang mudah la kan untuk kita prediksi kalau golongan-golongan ni akan kalah, dan memang pun.
cuma yang mengejutkan
banyak antara mereka jadi gila dan bunuh diri setelah kalah...
dah habis banyak duit, sawah semua tergadai, hutang bersepah (penggunaan bahasa Melayu yang teruk, hehe), mana tak bunuh diri?

tapi berbeza dengan situasi pemilihan presiden, yang mana aku sgt berharap dapat diterapkan oleh Malaysia.
sebabnya, presiden dipilih langsung oleh rakyat. bukan kronisme siapa lebih hebat macam yang berlaku kat Malaysia...
jadi, sekali lagi, rakyat Indo akan memilih secara langsung siapa yang mereka mahukan, antara 3 gabungan calon presiden dan calon presiden.

dan sampai sekarang, belum ada black campaign yang saling memburukkan peribadi calon lawan (seperti yang sangat2 sinonim dgn politik di Malaysia), kecuali satu tuduhan tentang isteri seorang calon wakil presiden yang beragama Katolik, yang mana telah dinafikan sendiri oleh si isteri tadi. Wallahualam. Iman dia, hanya Tuhan yang tahu... (di Indo, adalah perkara yang biasa kalau si suami dan isteri berlainan agama...)

masing-masing gabungan yang bertanding berkempen dgn sgt professional.
media massa digunakan untuk berkempen. iklan di TV, di majalah serta surat khabar menjadi saluran kempen.

dan Indo turut mengadakan debat antara calon2 yg bertanding yang disiarkan di TV sebanyak 3 kali, sekali seminggu sebulan sebelum hari mengundi. ini merupakan satu platform yang sangat baik utk kita mengenali dan mengetahui aspirasi mereka, manifesto mereka, dan apakah mereka sesuai dengan kehendak kita. rakyat terlibat langsung.

contohnya Malaysia, dulu Pak Lah jadi PM. jujur, aku tak kenal siapa itu Pak Lah. pertanyaan pertama aku, apakah dia se-capable Tun M? apakah target, visi dan misi dia jika dia menjadi PM? akhirnya dia mewujudkan 'semacam' idelogi bernama Islam Hadhari, yang tidak diterima masyarakat.
begitu juga Najib sekarang. apa visi dan misi dia? apa kriteria dia terpilih jadi PM?
aku tak pernah tahu.

selain itu, media Indo turut mendedahkan kekayaan-kekayaan para calon tadi, dalam rangka meng-audit harta mereka, untuk memastikan tiada wang haram sebagai sebagian harta mereka yang digunakan untuk berkempen.
kalaulah Malaysia buat macam ni, bukankah elok? heheh.

aku malah merasakan diri aku lebih mengenali tokoh-tokoh politik Indo berbanding tokoh-tokoh politik Msia.

ada tiga gabungan yang bertanding.

1. Megawati - Prabowo

2. Susilo (presiden sekarang)- Boediono

3. Jusuf (wakil presiden sekarang)- Wiranto

kalau aku boleh memilih, aku akan memilih no 2, berdasarkan beberapa perkara yang aku perhatikan.

(penat tau men-skema-kan bahasa. hehe)

isu Ambalat baru2 ini kembali panas. diduga merupakan konspirasi media, kerana banyak media dikuasai oleh lawan Susilo.
anehnya, Malaysia 'menceroboh' (tuduhan media Indo) perairan Ambalat semenjak 2007 silam, tapi baru2 ini sahaja kembali diuar2kan. kenapa tidak dari dulu? kenapa tidak dari kali pertama 'pencerobohan' tadi dipaparkan di media? kenapa setelah lebih 30 kali (kalau tak salah) baru dipaparkan di media, dan mendekati waktu pemilihan presiden?
Masyarakat Indo, mudah terpengaruh secara emosi, sgt sensitif dgn hal2 yg berkaitan Malaysia 'berlagak'. sampai byk yg melaungkan kembali "Ganyang Malaysia", dsbnya...
Jusuf pernah menyatakan kesediaan Indo utk berperang dengan Malaysia.
begitu juga Mega. Mega malah mengatakan Susilo tidak tegas dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. sentimen berbaur emosi semacam ini yang menarik minat masyarakat Indo.
dalam hal ini, Susilo masih mampu mendahulukan akal dibanding emosi, dan memberikan komentar dan jawapan yang diplomatik dalam menangani situasi seperti ini.

akal mendahului emosi merupakan perkara yg penting dalam setiap perkara yang dilakukan, bukan cuma pada pemimpin.


ideologi Susilo juga menfokuskan aspek-aspek asas dalam pemerintahan, iaitu kejujuran bermula dari pemimpin itu sendiri "kepimpinan melalui teladan" (contoh - banteras korupsi), serta menekankan kepentingan pendidikan dan kesihatan.


kalau dilihat postur, Susilo masih yang terbaik.
pernah menjadi anggota tentera, postur beliau dan juga cara berjalan, serta berkomunikasi memberikan aura yang tepat utk sosok seorang pemimpin. postur merupakan sesuatu yang penting, kerana postur dipengaruhi oleh kehidupan, dan postur mempengaruhi persepsi orang terhadap seseorang.

ni je kot. =D jangan lupa baca entri bawah ni pasal pantun, komen skali =D






No comments: